Kedudukan Seorang Guru

Oleh : Lisa R Cahyati (X-IPA)

Mungkin sudah tidak asing lagi bagi kita, jika kita mendengar istilah seorang guru. Secara keseluruhan istilah guru bisa kita definishikan sebagai seorang pengajar dan pendidik professional dengan tugas utama mendidik, mengajar, membimbing, dan mengarahkan kejalan yang yang benar.

Secara luas guru juga bisa kita definishikan siapapun yang memberikan kita pengetahuan dan mengajarkan kita suatu hal atau ilmu yang pada awalnya kita tidak mengetahui dan kita menjadi tahu. Dia adalah seorang guru, walaupun dia tidak mengajar disebuah Lembaga formal.

Guru adalah insan yang sangat dimuliakan di dalam Islam dan diberi kedudukan tinggi sesuai dengan peranannya yang memberi kesan kepada masa hadapan murid serta umat keseluruhannya. Rasulullah SAW adalah guru utama kepada umat manusia.

Jasa guru-guru ini tidak sekadar dikenang semasa sambutan di Hari Guru bahkan ia patut dihargai sepanjang masa. Semua tokoh hebat di dunia ini adalah hasil dari jeri payah seorang guru mendidik muridnya agar menjadi orang yang bermanfaat dikemudian hari. Mungkin tanpa jasa seorang guru kita saat bisa dikatakan berada di ruangan yang gelap tanpa cahaya dan penerangan. Tapi ia, seorang guru datang bak pahlawan menerangi sekelilingnya dengan temaran lilin yang awalnya redup menjadi cahaya yang gemerlap. Itu lah guru, bagaikan lilin di tengah gelapnya ruangan yang hampa.

Ketika kita sudah di berikan orang yang mulia oleh Allah Swt. Maka jangan sia-siakan pemberian itu. Maka dari itu marilah kita menghormati guru kita. Karena guru adalah orang yang paling istimewa dalam kehidupan kita. Dimana kita yang awalnya tak bisa apa-apa menjadi bisa bahkan guru memikirkan kedepannya kita dan mereka pastinya menginginkan kesuksesan kita.

Pasti guru juga memberikan motivasi-motivasi agar di masa depan kita menjadi insan yang lebih baik. Karena masa depan ada di tangan kita. Maka dari itu jangan pernah kita melukapan jasa para guru. Di dalam Islam, guru memiliki banyak keutamaan seperti menurut sebuah hadis yang menyebutkan.

“ Sesungguhnya Allah, para malaikat dan semua makhluk yang ada di langit dan di bumi, sampai semut yang ada di liangnya dan juga ikan besar, semuanya bershalawat kepada muallim (orang yang berilmu dan mengajarkannya) yang mengajarkan kebaikan kepada manusia” (HR. Tirmidzi).

Islam menempatkan guru pada posisi sangat mulia karena pada sisi yang berbeda Islam juga menyuruh umatnya menuntut ilmu sejak dalam buaian sampai pada liang lahat, sehingga logikanya jika tidak ada peran guru harus ke mana umat Islam menuntut ilmu. Didalam Islam juga disebutkan bertama besar dan mulianya kedudukan seorang guru dalam Islam.

  1. Mendapatkan derajat yang tinggi di sisi Allah

Sebagaimana menuntut ilmu, seorang guru atau pengajar juga akan dinaikkan derajatnya. Sebagaimana dalam Firman Allah SWT,

“ Wahai Orang-orang yang beriman, apabila dikatakan kepada kalian “ Luaskanlah tempat duduk “ di dalam Majlis-majlis maka luaskanlah(untuk orang lain), Maka Allah SWT akan meluaskan Untuk kalian, dan apabila dikatakan “berdirilah kalian” maka berdirilah, Allah mengangkat derajat orang-orang yang beriman dan orang-orang yang berilmu beberapa derajat, Allah maha mengetahui atas apa-apa yang kalian kerjakan.” (QS Al-Mujadilah: 11)

  • Memiliki ilmu yang bermanfaat

Seorang guru dalam islam tentunya memiliki kedudukan dimana ia mengerti dan memahami secara detail mengenai bidang pengajaran yang ia ajarkan. Oleh sebab itu, maka seorang guru akan senantiasa memiliki ilmu yang bermanfaat yang akan disebarluaskan kepada para umat. Jadi untuk menjadi guru bukanlah gelar yang ingin ia dapatkan, tapi seberapa luas ilmu yang ia ajarkan menyebar. Semakin banyak ilmu yang ia ajarkan menyebar pada orang – orang semakin banyak pahala yang akan ia dapatkan.

  • Memperoleh kebaikan yang berlimpah

Bukan hanya perkara mengenai ilmu yang diberikan. Namun, seorang guru juga memberinpesan pengajaran yang nilainya bahkan lebih baik dari harta kekayaan yang berlimpah. Sebab ilmu yang diberikan tersebut merupakan sebuah petunjuk yang akan digunakan sebagai pedoman dalam meraih dan menempuh kebaikan selama hidup di dunia.

Dan masih banyak lagi kedudukan seorang guru dalam Islam. Jadi salah satu car akita membalas budi kebaikan seorang guru adalah dengan cara menyalurkan ilmu ayng sudah ia ajarkan kepada kita untuk orang lain.

“Sampaikanlah dariku walau hanya satu ayat” (HR. Bukhari)

tugas Muslimin sekarang tatkala sudah mendapat ilmu, maka sampaikanlah. Hal itulah yang diterapkan para sahabat terdahulu.

Maka sampaikanlah apa yang sudah kita ketahui saja, baik itu berupa ayat, hadits atau sebuah nasihat yang sudah kita dapat dari pada ulama dan shalihin. Itu sudah cukup mendatangkan banyak kebaikan. Jangan katakana “saya bukan guru”. Memang benar kita bukan seorang guru, tetapi kita pasti punya pengetahuan dan Rasulullah bersabda :

“Sesungguhnya Allah, para malaikatnya, penduduk langit, penduduk bumi, sampai semut di lubangnya, dan ikan di lautan mereka, mendoakan ampun bagi orang yang mengajrkan manusia kebaikan” (HR. At Tirmidzi).

1 tanggapan pada “Kedudukan Seorang Guru”

Tinggalkan Balasan ke dias Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *