Muhasabah Ditengah Musibah

Oleh : Ustadz Khozin

 Allah Subhanahu wata’la berfirman :

مَا أَصَابَ مِنْ مُصِيبَةٍ فِي الْأَرْضِ وَلَا فِي أَنْفُسِكُمْ إِلَّا فِي كِتَابٍ مِنْ قَبْلِ أَنْ نَبْرَأَهَا ۚ إِنَّ ذَٰلِكَ عَلَى اللَّهِ يَسِيرٌ

“Tiada suatu bencanapun yang menimpa di bumi dan (tidak pula) pada dirimu sendiri melainkan telah tertulis dalam kitab (Lauhul Mahfuzh) sebelum Kami menciptakannya. Sesungguhnya yang demikian itu adalah mudah bagi Allah”. (QS. Al Hadid 22)

Dalam ayat lain Allah Subhanahu wata’la menegaskan :

مَا أَصَابَ مِنْ مُصِيبَةٍ إِلَّا بِإِذْنِ اللَّهِ ۗ وَمَنْ يُؤْمِنْ بِاللَّهِ يَهْدِ قَلْبَهُ ۚ وَاللَّهُ بِكُلِّ شَيْءٍ عَلِيمٌ

Tidak ada suatu musibah pun yang menimpa seseorang kecuali dengan ijin Allah; dan barangsiapa yang beriman kepada Allah niscaya Dia akan memberi petunjuk kepada hatinya. Dan Allah Maha Mengetahui segala sesuatu.

Dan salah satu kewajiban seorang mu’min adalah merenungkannya, agar hati terobati, sehingga menjadi sabar dan memperoleh pahala dari sisi Allah.

Berikut ini adalah hal-hal yang bisa menjadi bahan renungan ketika kita mendapati musibah atau cobaan, apapun bentuk dan jenisnya.

  • Ketahuilah bahwa manusia dan hartanya serta semuanya ini milik Allah. Apa yang kita miliki hanya titipan darinya. (QS. Ali Imran 108)
  • Setiap orang akan kembali pada Allah dan akan meninggalkan dunia. (QS. Al Baqarah 156 dan QS. Ali Imran 185)
  • Allah akan memberi yang semisal dan yang lebih baik bagi yang telah hilang.
  • Jangan mengeluh, karena mengeluh dan menggerutu hanya menambah derita, bukan menghilangkan musibah. Bahkan Berkeluh kesah hanya membuat musuh kita senang dan membuat Allah murka.
  • Jika mau bersabar dan yakin semuanya kembali pada Allah, maka itu lebih besar pahalanya dibanding dengan tidak sabar. (QS. Ali Imran 185)
  • Sabar dan ridha mengharap pahala itu lebih besar ganjarannya dan Allah pun senang dengan sikap kita daripada mengharap yang telah hilang itu kembali, Allah akan murka dan kitapun dibenci.(QS. Az Zumar 10)
  • Ketahuilah bahwa Allah yang menurunkan musibah Maha Hakim dengan hikmah yang ia beri, Penuh Rahmat dengan kasih sayang yang ia beri. (QS. Al Baqarah 216)
  • Allah tidaklah menimpakan cobaan untuk membinasakan hambaNya telah disesuaikan dengan kemampuannya, bahkan untuk menguji seberapa kuat imannya. (QS. Al Baqarah 285 dan QS. Al Ankabut 2)
  • Musibah itu datang untuk menhindarkan diri kita dari penyakit jelek yaitu ujub dan sombong. (QS. Al Hadid 23)
  • Ingatlah bahwa mending merasakan pahit di dunia namun dapat merasakan lezatnya kehidupan akhirat. Meskipun kita tetap berharap agar kita bahagia di dunia dan akhirat. (QS. Al Baqarah 201)

Inilah sekilas muhasabah ditengah musibah, yang kami rangkum dari mutiara kata hikmah Ibnul Qayyim dalam kitab Zaadul Ma’ad, yang menje;laskan  tentang petunjuk Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam saat terjadi musibah.

Semoga Allah memberikan kita kesabaran ketika menghadapi setiap ujian dan cobaan serta diberikan kesehatan dan keselamatan. Aamiin

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *