Muslimah kuper, masih zaman ?

oleh : Nurul Yani (Guru BK)

Dewi Nur Aisyah, SKM, MSc, PhD, DIC Sumber Foto : BNPB

Terinspirasi dari seorang penulis yang bernama Dewi Nur Aisyah, ia adalah seorang ibu rumah tangga dan ahli epidemiologi. Ia menyelesaikan S1-nya 3,5 tahun di Fakultas Kesehatan Masyarakat di Universitas Indonesia dengan IPK Cumlaude, kemudian ia melanjutkan S2-nya di Imperial College London berbekal beasiswa dari DIKTI. Dan sekarang ia telah menyelesaikan S3-nya di University Collage London dengan fokus infectious disease informatics dengan beasiswa dari Presiden Republik Indonesia (BPRI). Ia juga banyak aktif mengikuti kegiatan kemahasiswaan, aktif berorganisasi, social project dan kompetisi-kompetisi internasional. Ia banyak diundang sebagai pembicara lebih dari 100 seminar, workshop dan kajian. Berbagai penghargaan yang pernah diraih diantaranya menjadi mahasiswa berprestasi FKM UI, menjadi National Winner Imagine Cup Student Competition Pada Tahun 2016 Kategori World Citizenship sebuah ajang kompetensi bergengsi di bidang teknologi.

Dewi Nur Aisyah salah satu bukti nyata bahwa perempuan dengan pakaian dan kerudung syar’i bisa sukses bahkan sampai kancah internasional. Kesuksesan adalah hak semua orang tak terkecuali kaum muslimah dengan pakaian syar’i yang dikenakan. Mungkin banyak orang akan berpikir apakah saya bisa bekerja dengan pakaian dan kerudung syar’i yang saya kenakan atau ada keinginan kuliah di luar negeri, tapi berpikir apakah bisa menyesuaikan diri karena di luar negeri minoritas Islam.

Kutipan menarik dari Robbin Sharmi “sukses adalah milik pembelajar yang tak kenal lelah. Karena ketika kamu tahu lebih banyak, kamu bisa mencapai lebih banyak”. Seorang muslimah yang berani melanjutkan studi baik luar maupun dalam negeri ibaratnya seperti meruntuhkan tembok China karena keberanian dalam berjuang dan menentukan pilihan. Di tengah banyaknya pilihan seperti kuliah atau bekerja, lanjut kuliah atau menikah dan untuk muslimah yang sudah menikah akan memiliki peran yang ganda menjadi istri dan ibu. Pilihan ada pada diri kita sendiri sebagai seorang muslimah jika kita benar-benar meyakini kekuasaan Allah maka tidak ada yang tidak mungkin karena menutut ilmu merupakan bagian dari perjuangan yang membutuhkan kesabaran, ketekunan, dan keikhlasan ekstra. Jadi jangan pernah takut untuk bermimpi hanya karena seorang muslimah yang memakai jilbab besar atau seorang ibu yang sudah punya suami dan anak, kita juga bisa berprestasi dalam berbagai hal bahkan sampai level internasional.

Kalau kuliah di luar negeri itu gimana? Mimpi melanjutkan studi sampai ke luar negeri bukan lagi hal yang mustahil karena sudah banyak yang membuktikannya termasuk kaum muslimah, selama ada keinginan untuk berusaha memenuhi semua persyaratan yang diminta pihak universitas dan memenuhi standar bahasa Inggris agar mudah menyesuaikan dengan lingkungan luar.

Perasaan khawatir tentang kehidupun mahasiswi muslimah pasti ada, tapi buktinya sudah banyak mahasiswi yang tinggal atau melanjutkan studi di luar negeri baik-baik saja tidak ada diskriminasi memakai kerudung panjang bahkan mereka juga paham saat bulan Ramadan dan izin break sholat saat diskusi. Keberhasilan seorang muslimah sampai level internasional sudah banyak dibuktikan contohnya Fatimah Al-Fihri muslimah asal Maroko peraih nobel yang berkontribusi pada bidang pendidikan, selain itu Sultan Raziyya, muslimah yang dinobatkan sebagai sultan penguasa di Delhi. Tidak hanya dari luar negeri, dari Indonesia pun juga banyak kaum perempuan atau muslimah yang sukses dan memiliki segudang prestasi yang patut dibanggakan salah satunya Dewi Nur Aisyah.

Untuk kaum perempuan atau muslimah jangan pernah takut untuk bermimpi, ketakutan hanya akan menghambat untuk meraih segala mimpi dan cita-cita, buktikan kalau kaum muslimah dengan pakaian syar’i bisa sukses, mampu menginspirasi dan memberikan banyak manfaat untuk orang lain. Memiliki cita-cita untuk menjadi orang sukses bukan ingin menyaingi kaum laki-laki atau pasangan, tetapi menjadi seorang muslimah juga harus cerdas karena akan melahirkan generasi penerus bangsa. STOP menjadi muslimah kuper, STOP menjadi muslimah yang selalu minder, jadilah perempuan yang punya harga diri dan percaya diri tunjukkan bahwa kita juga kaum muslimah dengan pakain syar’i kerudung panjang bisa sukses menggapai semua mimpi dan cita-cita yang memberikan banyak mamfaat untuk diri sendiri, keluarga dan orang lain.

Tulisan singkat ini terinpirasi dari buku yang berjudul awe isnspring me karya dari Dewi Nur Aisyah. Ia salah satu sosok perempuan yang luar biasa dengan segala prestasi yang telah ia torehkan untuk negeri ini. dari beliau kita bisa belajar kita perempuan berpakaian syar’i masih bisa mengukir prestasi bahkan sampai tingkat dunia, beliau juga menegaskan jangan takut untuk bermimpi, karena bermimpi itu gratis namun apakah kita mau memperjuangkannya. yukkkk teman-teman kita menjadi salah satu woman in progress.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *