Pejuang, Islam dan Nasionalis

oleh : Lisa (10 IPA)

Apa sih pejuang itu?

Pejuang memiliki banyak arti. Menurut saya, Pejuang merupakan orang atau personal yang memiliki ‘ambisi’ dan ‘hasrat’ (keduanya dalam konotasi positif menurut pengamat masing-masing) dengan berusaha sekuat tenaga serta pikiran dan bahkan dalam level tertentu sampai mengorbankan jiwa-raganya demi suatu tujuan yang cenderung untuk kepentingan lebih dari 1 orang.

Dari pengertian diatas bisa kita ketahui bahwa pejuang adalah orang yang memiliki sesuatu tindakan yang berdasarkan ambisi dan Hasrat untuk mencapai tujuan bersama. Jika kita kaitkan perjuangan Nasionalis dan perjuangan Islam, tidak jauh beda karena didalam perjuangan itu terdapat unsur stategis dalam mencapai kemenangan.

Perjuangan menegakkan kebenaran tidak lah mudah. Bisa kita ingat – ingat Kembali bagaimana para pejuang bangsa Indonesia berjuang mengorbankan harta, keluarga mereka demi membela bangsa Indonesia.

Begitu pula agama Islam. Jauh dari kata tentram, cacian, hinaan dan bahkan makian telah umat islam terima pada masa perjuangan membela agama islam. Islam tidak akan berdiri disini jika dulu para pejuang islam lebih memilih untuk diam, memilih untuk tetap berada di dalam zona nyaman. Tapi mereka dengan keberanian, tekad dan niatnya untuk menyebar luaskan ajaran islam mereka rela jauh dari kata kesenangan.

Peringatan Hari Pahlawan pada 10 November semata-mata tidak hanya dilewati sebagai upacara atau perayaan semata. Namun, perlu dimaknai sebagai bagian sejarah yang tidak terlepaskan dari perjuangan bangsa Indonesia melawan penjajahan.

Bagi umat Islam sendiri perdebatan tentang negara dan bangsa sejatinya sudah final ketika kita tahu peristiwa 10 November sendiri menunjukkan bahwa Islam telah menjadi rahmat, tidak hanya bagi pemeluknya, tetapi bagi seluruh umat manusia terutamanya bangsa dan negara Indonesia.

Umat Islam di Indonesia, hari ini harus menjadi satu kesatuan memberikan dampak positif terhadap arah tujuan negara bangsa, tidak hanya memandang dalam satu sisi namun memahami disisi yang lain. Islam harus memberikan kesejukan bagi setiap kehidupan bangsa. Seperti halnya di masa lalu Islam mampu memberikan warna serta pengaruh besar bagi kemerdekaan Indonesia.

Maka, peran hari ini umat Islam juga harus tetap memberikan pengaruh bagi perkembangan Indonesia guna mencapai cita-cita kemerdekaan Indonesia sesuai dengan Pancasila dan UUD 45 menciptakan masyarakat yang adil, makmur, dan sentosa.

Islam menjadi bukti bahwa tidak hanya menjadi semangat satu golongan saja, namun Islam juga berpengaruh terhadap kemajuan bangsa. Nilai-nilai Islam kemudian memberikan semangat serta penyadaran bagi berbagai pihak bahwa kemerdekaan tidak hanya semata-mata turun dari langit, namun membutuhkan sebuah usaha dan niat yang kokoh dalam meraih kemenangan.

Sekian dari saya mohon maaf jika ada kesalahan, karena kebenaran itu mutlak milik Allah SWT dan kesalahan itu milik diri saya pribadi.

Wassalamualaikum Warahmatullahi Wabarakatuh.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *