Petir dan Guntur, Sudut Pandang Islam dan Sains

petir guntur

Musim penghujan sudah mulai menyapa, musim hujan datang bersama segerombolan pasukannya. Anggota gerombolan pasukan musim penghujan yang tenar diantaranya adalah petir dan guntur. Sebagian orang akan takut jika melihat petir dan guntur. Cahaya flash alam dan gemuruh dari langit memberikan efek tersendiri sehingga membuat bulu kuduk berdiri, tetapi tidak jarang juga yang melihat dan menikmati fenomena tersebut di atas awan.

Namun, apakah ada yang mengetahui yang mana guntur, yang mana petir? Bagaimana prosesnya? Alami atau ada campur tangan sains?

Pandangan Sains

Di dunia sains petir sendiri dimaknai sebagai kilatan listrik di udara yang disertai bunyi gemuruh karena bertemunya awan yang bermuatan listrik positif. Sedangkan guntur adalah suara keras yang terdengar setelah terjadinya kilatan petir.

Menurut saintis energi yang dilepas oleh sekali kilatan petir lebih besar dari pada energi yang dihasilkan seluruh pembangkit listrik di Amerika. Satu kilatan petir dapat menyalakan 100 watt bola lampu selama lebih dari tiga bulan dimana energi yang dilepaskan sambaran petir konon lebih besar daripada yang dihasilkan pusat pembangkit tenaga listrik. Suhu pada jalur di mana petir terbentuk tersebut bisa mencapai 10.000o Celsius.

Petir juga dapat terjadi dari awan ke awan. Apa maksudnya? Petir terjadi karena ada perbedaan energi antara awan dan bumi atau dengan awan lainnya. Proses terjadinya muatan pada awan karena dia bergerak terus-menerus secara teratur dan selama pergerakannya dia akan berinteraksi dengan awan lainnya sehingga muatan negatif akan berkumpul pada salah satu sisi (atas atau bawah), sedangkan muatan positif berkumpul pada sisi sebaliknya.

Pandangan Islam

Dalam perspektif Islam petir dimaknai bukan sekadar peristiwa alam semata. Petir atau guruh diabadikan menjadi salah satu nama surah dalam Alquran, yaitu surah ke-13, Ar-Ra’du. Setidaknya, ada tiga istilah dalam Alquran yang merujuk pada makna petir, yaitu Ar-Ra’du, Ash-Showa’iq, dan Al-Barq.

Para ahli tafsir mendefinisikan Ar-Ra’du lebih dekat dengan makna suara petir atau geledek. Sedangkan, Ash-Showa’iq, dan Al-Barq maknanya lebih dekat untuk istilah kilatan.

Penjelasan para saintis tentang kronologi petir ini sebenarnya sudah dijabarkan dalam Alquran. Firman Allah Ta’ala dalam ayat berikut:

اَلَمْ تَرَ اَنَّ اللّٰهَ يُزْجِيْ سَحَابًا ثُمَّ يُؤَلِّفُ بَيْنَهٗ ثُمَّ يَجْعَلُهٗ رُكَامًا فَتَرَى الْوَدْقَ يَخْرُجُ مِنْ خِلٰلِهٖۚ وَيُنَزِّلُ مِنَ السَّمَاۤءِ مِنْ جِبَالٍ فِيْهَا مِنْۢ بَرَدٍ فَيُصِيْبُ بِهٖ مَنْ يَّشَاۤءُ وَيَصْرِفُهٗ عَنْ مَّنْ يَّشَاۤءُۗ يَكَادُ سَنَا بَرْقِهٖ يَذْهَبُ بِالْاَبْصَارِ ۗ

“Tidaklah kamu melihat bahwa Allah mengarak awan, kemudian mengumpulkan antara (bagian-bagian)-nya, kemudian menjadikannya bertindih-tindih, Maka kelihatanlah olehmu hujan keluar dari celah-celahnya dan Allah (juga) menurunkan (butiran-butiran) es dari langit, (yaitu) dari (gumpalan-gumpalan awan seperti) gunung-gunung. Maka ditimpakan-Nya (butiran-butiran) es itu kepada siapa yang dikehendaki-Nya dan dipalingkan-Nya dari siapa yang dikehendaki-Nya. Kilauan kilat awan itu Hampir-hampir menghilangkan penglihatan.”
(QS An-Nur ayat 43).

Dalam surat tersebut dijelaskan kronologi pembentukan petir hingga menjadi kilatan yang hampir menghilangkan penglihatan. Alquran juga memaparkan bagaimana Allah menggerakkan awan sebagai pemicu terjadinya petir.

Allah menyatakan fenomena kilat yang menakjubkan ini sebagai berikut
“…Kilauan kilatnya hampir membutakan pandangan.” (Al-Nur ayat 43).

Dalam ayat yang lain, Allah menyebutkan terkait dengan petir. Fenomena yang bila diperhatikan merupakan tanda-tanda kebesaran-Nya, Jika dalam sains guruh itu hanya suara yang ditimbulkan setelah terjadinya petir. Kita tidak hanya mendengar suara guntur melainkan karena guntur itu sedang bertasbih memuji kepada Allah


وَيُسَبِّحُ الرَّعْدُ بِحَمْدِهٖ وَالْمَلٰۤىِٕكَةُ مِنْ خِيْفَتِهٖۚ وَيُرْسِلُ الصَّوَاعِقَ فَيُصِيْبُ بِهَا مَنْ يَّشَاۤءُ وَهُمْ يُجَادِلُوْنَ فِى اللّٰهِ ۚوَهُوَ شَدِيْدُ الْمِحَالِۗ

“Dan guruh itu bertasbih dengan memuji Allah, (demikian pula) para malaikat karena takut kepada-Nya, dan Allah melepaskan halilintar, lalu menimpakannya kepada siapa yang Dia kehendaki, dan mereka berbantah-bantahan tentang Allah, dan Dialah Tuhan Yang Maha keras siksa-Nya,” bunyi Surah (Ar-Ra’d Ayat 13)

Petir dan guruh dalam konsep Islam dan sains hampir tidak ada pertentangan. Dalam hal ini bayangan orang bagaimana tentang petir dan guntur adalah salah satu ciptaan-Nya yang luar biasa yang tak akan pernah bisa ditandingi oleh manusia karena pada dasarnya ciptaan Allah sangatlah mustahil untuk ditandingkan dengan segala sesuatu dari manusia yang mempunyai batas pikiran dan tenaga.

Semoga bermanfaat.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *